Jumat, 17 Juni 2022

Challenge 7R "Menjadi Pahlawan Bumi" Day 5

Challenge Day 5 "ROT)

Oleh Nur Khayati (Ig : @nur_khay_)


Bismillahirrohmanirrohim


Alhamdulillahi bini'matihi tatimmushshalihaat


Puji syukur kehadirat Allah SWT, hari ini sudah memasuki hari kelima tantangan menjadi pahlawan bumi. Hari kedua ini tantangan bertema "ROT" artinya memanfaatkan sisa sampah organik yang tidak bisa ditanam kembali untuk diolah menjadi kompos. 

 

Untuk membuat komposter dari gerabah atau ember bekas sebetulnya kami sudah pernah membuatnya dari ember bekas cat. Saat ini kami memiliki dua komposter. Satu ember komposter alhamdulillah sudah penuh dan kondisinya semua sisa organik sudah terurai menjadi tanah. InsyaAllah sebentar lagi kami bisa panen kompos. Horai...Alhamdulillah.. 💗 Dan masih ada satu ember komposter lagi yang saat ini sedang on process, setiap tiga atau empat hari sekali kami isi dengan sisa sampah organik.

 

Karena itulah kegiatan si sulung setiap tiga hari sekali membantu saya untuk memotong sisa organik sampah dapur dan memasukkannya kedalam komposter. Jadi, sisa organik dari dapur biasanya saya kumpukan selama 3-4 hari baru kemudian saya masukkan kedalam komposter. Kenapa harus dipotong sisa organiknya?Agar lebih cepat terurai, dengan bentuk sisa organik yang lebih kecil maka organisme akan lebih mudah dan cepat untuk mengurainya. 

 

"Ummi, Mas mau bantu masukin kompos,"ujar si sulung ketika melihat saya memotong sisa sayuran dan kulit buah.

"Adek mau juga ummi," Si Adik juga tak mau kalah.

 

Yuk, simak keseruan kami hari ini, memotong sisa organik dan memasukkan kedalam komposter.  

Gambar : memotong sisa sampah organik

Hari ini, si Mas membantu saya memotong kulit semangka, kulit jagung dan beberapa sisa sayuran yang sudah saya kumpulkan. 

Gambar : Memasukkan sisa organik kedalam ember komposter
Selanjutnya si Mas dan adik membantu untuk memasukkan potongan-potongan sisa sampah organik kedalam ember komposter yang belum terisi penuh. Teman-teman, bisa simak juga keseruan kami hari ini melalui video dibawah ini yah 💕


Selanjutnya kegiatan kami hari ini berkaitan dengan tema tantangan "ROT" adalah memanfaat sisa organik yang berupa bekas air cucian beras. 

 

Apakah air cucian beras termasuk sisa sampah organik?

Menurut saya, iya. 

Mengapa?

Meski air bekas cucian beras ketika kita buang ke saluran pembuangan air tidak akan menimbulkan pencemaran tanah tetapi alangkah lebih bijak jika kita memanfaatkannya bekas air cucian beras ini agar tidak terbuang percuma. 

Lalu caranya bagaimana?

Yang biasa kami lakukan adalah mengumpulkan air cucian beras kedalam panci atau botol bekas lalu menggunakan air cucian beras tersebut untuk disiram kedalam ember komposter. Dengan catatan air cucian beras ini sudah diendapkan minimal satu malam. Air cucian beras yang sudah diendapkan ini dapat membantu mempercepat proses penguraian sisa sampah organik karena mengandung EM4. Selain itu kami juga memanfaatkan air cucian beras ini untuk menyiram tanaman. dari berbgai sumber (teman-teman bisa googling sendiri yah..), ada berbagai macam zat bergizi yang terkandung didalam air bekas cucian beras dan sangat bermanfaat untuk pertumbuhan tanaman. Saya sudah mengamati perkembangan ini dari salah satu tanaman saya yang hampir tiap hari saya siram menggunakan air bekas cucian beras. Pertumbuhan daunnya lebih lebat loh, MasyaAllah 😍 (InsyaAllah, akan saya tuliskan dibagian yang lain yah berkaitan air cucian beras ini).

 

Hampir setiap hari si Mas melihat saya menyiram tanaman menggunakan air bekas cucian beras. Kegiatan ini pun menarik perhatiannya dan dengan senang hati mengambil alih aktivitas ini setiap harinya. 

"Ummi, hari ini yang siram tanamannya Mas aja yah,"Si Mas sudah mengajukan diri pada saya.hahaha

 

Yuk, simak keseruan si Mas dan adik hari ini saat menyiram tanaman menggunakan air bekas cucian beras.

 

 Alhamdulillah, tantangan hari kelima done 💕

Pada hari kelima tantangan ini selain melatih anak menjadi pahlawan bumi, saya juga mendapat insight baru. Bahwa secara tidak langsung dari tantangan ini kita juga melatih perkembangan motorik si anak contohnya saat si Mas tadi memotong sayuran dan kulit buah. Anak juga dapat belajar tentang pengetahuannya mengenai sisa sampah organik dan manfaatnya. MasyaAllah..tabarakallah 💕 

Semoga apa yang sudah kami lakukan dan saya tuliskan dalam blog ini bermanfaat dan dapat menginspirasi teman-teman yah. aamiin 💕 

 

 

#7harimenjadipahlawanbumi #gerakanbinar #keluargabinarjuni #harilingkunganhidup #bermainbelajar #tantanganharikelima #day5 #zerowaste #lesswaste  

Kamis, 16 Juni 2022

Challenge 7R "Menjadi Pahlawan Bumi" Day 4

Challenge Day 4 "Replant"

Oleh Nur Khayati
Ig : @nur_khay_

Bismillahirrohmanirrohim


Alhamdulillahi bini'matihi tatimmushshalihaat


Puji syukur kehadirat Allah SWT, hari ini sudah memasuki hari keempat tantangan menjadi pahlawan bumi. Hari keempat ini tantangan bertema "Replant" artinya menanam kembali sisa sayur atau buah.

 

Sebetulnya tantangan hari keempat ini sedikit membuat khawatir diri saya. Sebab kondisi anak-anak yang sedang kurang sehat. Sejak tadi malam, si adik tetiba muntah-muntah saat dini hari disertai suhu tubuhnya yang meninggi. Lalu esok paginya disusul si Mas yang badannya juga mulai agak demam dan nafsu makannya berkurang. 

Alhamdulillah setelah anak-anak sarapan dan saya berikan obat serta vitamin, kondisinya perlahan lebih baik. Meskipun nafsu makanya belum pulih sepenuhnya. Kemudian saya ajak si Mas membuat media untuk menanam sisa daun bawang. 

 

"Mas, kita belajar tanam sisa daun bawang yuk Mas. Mas mau?,"ajak saya.

"Mau Ummi..daun bawang ini buat apa Ummi,"Si Mas balik bertanya.

"Biasanya daun bawang ini Ummi pakai buat bikin sayur sup, goreng telur dan juga bikin martabak Mas. Nah, bagian ujung yang ada akarnya ini biasanya ummi potong dan tidak dipakai untuk masak. Dari pada di buang, bagian akarnya ini bisa ditanam lagi lhoh Mas. Mau coba?,"ajak saya kembali.

 "Yuk..Mi..sekarang aja,"jawab si sulung dengan berbinar.

 

Oiya, kenapa saya menamakan media?

Sebab kami ingin menumbuhkan batang baru terlebih dahulu dan menguatkan akar-akarnya memakai media air selam tiga hari. Yuk, simak keseruan kami membuat media tanam dau bawang. 😊

Gambar : Menanam Media daun Bawang

Alat dan Bahan :

  • sisa daun bawang
  • air
  • botol bekas
  • pisau
  • gunting
  • talenan

 Cara :

  1. Potong botol bekas sepert ukuran gelas
  2. Siap daun bawang masih memiliki akar yang bagus kemudian potong bagian akar sampai batang putihnya
  3. Masukkan kedalam wadah botol bekas
  4. Berikan air secukupnya hingga akarnya tenggelam dan sebagian batangnya
  5. Rendam selama tiga hari dan setiap hari ganti airnya dengan yang baru
  6. Setelah tiga hari akan muncul batang baru dan akar yang menguat maka daun bawang siap dipindah ke media tanah
  7. Selengkapnya bisa dilihat video dibawah yah teman-teman

Oiya..untuk  langkah keenam belum kami lakukan yah teman-teman. Hari ini baru hari pertama kami membuat medianya. InsyaAllah akan kami update perkembangan media daun bawang ini hingga nanti siap dipindah ke media tanah. 

Alhamdulillah, akhirnya challenge hari keempat done 💕 

Mohon doanya yah teman-teman, agar kami lulus hingga akhir tantangan. Tetapi tidak hanya berhenti dalam tantangan ini saja namun dapat terinternalisasi dalam kebiasaan baik kami.  

 

 

#7harimenjadipahlawanbumi #gerakanbinar #keluargabinarjuni #harilingkunganhidup #bermainbelajar #tantanganharikeempat #day4 #zerowaste #lesswaste 

 

 


Rabu, 15 Juni 2022

Challenge 7R "Menjadi Pahlawan Bumi" Day 3

 Challenge Day 3 "Rehome"

Oleh Nur Khayati

Ig : @nur_khay_ 

Bismillahirrohmanirrohim


Alhamdulillahi bini'matihi tatimmushshalihaat


Puji syukur kehadirat Allah SWT, hari ini sudah memasuki hari ketiga tantangan menjadi pahlawan bumi. Hari ketiga ini tantangan bertema "Rehome" artinya memberikan barang yang masih bagus dan bisa dimanfaatkan karena sudah tidak menginginkan atau menggunakannya.

 

Sejak tadi malam saya sudah mengajak ngobrol si sulung untuk tantangan hari ini. Saya ceritakan kalau besok kita pilah dan pilih mainan Si Mas dan Adik yang sekiranya sudah tidak mereka pakai lagi untuk mainan. Lalu mainan tersebut akan kita berikan pada adik ipar saya alias tantenya anak-anak. Adik Ipar saya ini baru saja melahirkan anak pertama sekitar satu bulan yang lalu. Maka barang yang akan kita pilih tentunya berkaitan dengan mainan atau buku-buku untuk si adik bayi. Untuk baju bayi dan peralatan ba lainnya kebetulan sudah kami serahkan pada adik ipar saya sebelum melahirkan. 

 

Esok paginya, setelah si Mas dan Adik selesai sarapan. Mereka sudah tak sabar untuk memilah barang-barang yang akan mereka berikan kepada adik sepupunya yang baru lahir.  

"Ummi, ayok. Kita pilihin mainan mana yang mau dikasih ke adik Tiar?,"ajak si Mas

Si Adik pun tak mau kalah, ia sibuk mencari mainandalam kotak mainannya. Termasuk saya, juga memilih beberapa buku-buku yang akan saya berikan pada adik ipar saya.

Kemudian pilihan kami jatuh pada :

  • Buku MPASI 
  • Buku-buku bayi dengan warna kontras hitam dan putih
  • Mainan bayi
Gambar : Buku dan Mainan yang akan diberikan kepada Adik Sepupu

Buku MPASI ini saya berikan untuk adik ipar saya sebab  saya sudah melewati fase MPASI untuk si sulung dan adik. Buku ini akan jauh lebih bermanfaat bagi adik ipar saya mempersipakan MPASI untuk anaknya kelak.

Saat saya tanya ke Si Mas,"Mas, beneran boleh ini mainan dikasihkan ke adik Tiar?".

"Boleh Ummi, kan Mas sudah ndak pakai buat main,"jawab si Mas.

"Alhamdulillah..terima kasih yah Mas. semoga mainannya jadi lebih bermanfaat kalau kita kasihkan ke adik Tiar,"jelas saya ke anak-anak

Lalu kami mengemas semua barang-barang yang sudah kami pilih. Kami bungkus bersama menggunakan kertas kado agar lebih cantik dan manis. Si Mas dan Adik pun ikut serta mengantar ke ekspedisi dekat rumah. 

Teman-teman, bisa menyimak keseruan kami lewat video ini yah 😍

Video : Proses mengemas barang-barang yang akan diberikan kepada adik sepupu

Alhamdulillah, akhirnya tantangan hari ketiga done. Semoga apa yang sudah kita lakukan hari ini tidak hanya melatih anak-anak untuk mampu memilah dan memilih barang-barang yang masih bisa digunakan tetapi juga melatih mereka untuk berbagi dengan saudara terdekat yaitu adik sepupu. 

Semoga tulisan ini bermanfaat dan menginspirasi 💕

 

#7harimenjadipahlawanbumi #gerakanbinar #keluargabinarjuni #harilingkunganhidup #bermainbelajar #tantanganharikedua #day3 #zerowaste #lesswaste

Selasa, 14 Juni 2022

Challenge 7R "Menjadi Pahlawan Bumi" Day 2

 Challenge Day 2 "Recycle"

Oleh Nur Khayati
Ig : @nur_khay_

Bismillahirrohmanirrohim


Alhamdulillahi bini'matihi tatimmushshalihaat


Puji syukur kehadirat Allah SWT, hari ini sudah memasuki hari kedua tantangan menjadi pahlawan bumi. Hari kedua ini tantangan bertema "Recycle" artinya mendaur ulang barang yang bisa digunakan menjadi bentuk lain.


Nah, yuk simak keseruan saya dan si sulung untuk menyelesaikan tantangan hari ke dua ini.


Pertama, sarapan nasi goreng

Nasi goreng merupakan salah satu makanan favorit si sulung. Saat saya buatkan nasi goreng langsung tandas habis tanpa tersisa. Alhamdulillah, nasi sisa semalam jadi tidak mubazir. Pagi ini sebelum memulai aktivitas yang lain kita sarapan nasi goreng. Nasi goreng kali ini kami buat bersama dan dipadukan dengan wortel dan sosis. Si sulung minta ditambah nugget sedangkan si adik ditambah telur dadar. Saking asyiknya menikmati nasi goreng, saya lupa mendokumentasikan saat mereka makan. Mohon maaf yah teman-teman 🤗 

"Ummi, besok Mas mau makan sama nasi goreng lagi yah,"ucap si sulung sembari menyerahkan piringnya yang sudah kosong tak bersisa.

Gambar : Nasi Goreng Untuk Sarapan Bersama

Kedua, Membuat mainan roket dari barang-barang bekas

Gambar : DIY Mainan Roket dari Barang-Barang Bekas

Saat ramadhan kemarin, sebetulnya saya dan si sulung pernah membuat mainan roket. Tetapi saat itu kami hanya membuat satu roket. Pada akhirnya terjadilah perebutan mainan antara di kakak dan adik. Kemudian saya berjanji akan mengajak mereka membuat roket kembali. Alhamdulillah, hari ini terpenuhikah janji itu. Hari ini saya, si sulung dan adik membuat mainan roket dari bekas ciki (bekas pringless) dan karton bekas nasi kotak hantaran dari tetangga. Bahan yang lainnya pun hampir-hampir kami tak memerlukan biaya. Semua ada dirumah. Teman-teman bisa mencobanya di rumah loh. Bahkan bisa membuatnya dengan melibatkan bersama anak-anak menjadi lebih menyenangkan juga loh.


Alat dan Bahan :

  1. Bekas ciki (pringless)

  2. Karton bekas

  3. kertas hvs bekas

  4. kertas origami

  5. lem tembak, lem kertas

  6. penggaris

  7. gunting

  8. cutter

  9. double tape

  10. cat air dan kuas


Caranya :

  1. bungkus bekas ciki (pringless) dengan kertas HVS kemudian cat dengan menggunakan cat air

  2. jemur sebentar agar cat air mengering

  3. buat pola atap, jendela dan pintu roket memakai kertas origami lalu tempel di kertas karton bekas agar lebih tebal

  4. jika cat pada badan roket sudah kering, rekat semua bagian roket menggunakan lem tembak

  5. Siap dimainkan bersama anak-anak

  6. Selengkapnya bisa tonton video pembuatan dibawah ini yah ❤

    Video : Proses Pembuatan Mainan Roket dari barang-barang bekas
     

Membuat DIY mainan dari barang bekas seperti sebetulnya sudah sering saya lakukan bersama anak-anak di rumah. Suami saya sampai hafal dengan kebiasaan saya yang suka mengumpulkan kardus bekas hingga menumpuk di rumah. Saya memang enggan untuk membuang kardus-kardus paket atau kardus bekas apapun kecuali kondisinya sudah basah atau tidak layak. Jika kardus atau botol bekas sudah menumpuk dan saya kehabisan ide DIY, biasanya akan saya serahkan pada tukang sampah tetapi sudah dalam kondisi terpilah. Tukang sampah di komplek kami biasa menerima kardus atau botol bekas.


Nah, hasil DIY mainan bersama anak-anak ini sampai sekarang juga masih tersimpan rapi loh. Bahkan dari si sulung bisa dilungsurkan atau dipakai oleh adiknya kembali. Berikut ini juga akan saya share beberapa hasil DIY mainan bekas buatan kami yah teman-teman. Tetapi untuk alat dan bahan serta proses pembuatannya, InsyaAllah akan saya tulis di bagian yang lain yah. Saya berencana mengaktifkan blog saya ini untuk menuliskan ide DIY bermain bersama anak agar blog saya lebih bermanfaat untuk orang lain. Mohon doanya yah teman-teman 🤗

Gambar : Mainan Mobil dari kardus bekas

Gambar : Mainan Sensory Play (Miniatur Bumi) dari ampas kelapa 

Gambar : Tempat Pensil dari kemasan susu UHT

Gambar : Mainan Puzzle Bumi dari Kardus bekas

Gambar : Mainan Puzzle Bumi dari Kardus bekas

Gambar-gambar diatas adalah kumpulan mainan DIY dari barang bekas yng saya buat bersama anak-anak saat mengikuti challenge 30 hari bermain bersama anak dari gerakan binar di batch 9.

Nah, kalau gambar dan video dibawah ini adalah mainan DIY yang saya buat saat menemani dan mendampingi anak-anak setiap harinya. 

Gambar : Mainan rantai Hijaiyyah dan Rantai Alfabeth dari Kardus Bekas

Video : Mainan Puzzle Ikan Paus dari Kardus Bekas

 Alhamdulillah, akhirnya tantangan hari kedua done. Apa yang saya tuliskan diatas adalah murni berdasrkan pengalaman saya pribadi. Jika ingin memberikan masukan dengan senang hati saya menerima. Silahkan tinggal jejak komentar disini yah teman-teman. Mohon doanya, semoga kami istiqomah menjalankan tantangan 7R ini dan menjadi sebuah kebiasaan baik untuk saya bersama anak-anak.



#7harimenjadipahlawanbumi #gerakanbinar #keluargabinarjuni #harilingkunganhidup #bermainbelajar #tantanganharikedua #day2 #zerowaste #lesswaste

Senin, 13 Juni 2022

Challenge 7R "Menjadi Pahlawan Bumi" Day 1

 Challenge Day 1 "Reuse"

 

Bismillahirrohmanirrohim 

Hai bunda-bunda dan teman-teman, kali ini Umi Nur dan Mas Yazid (5,5 tahun) mau berbagi keseruan kami mengikuti gerakan tujuh hari menjadi pahlawan bumi yang diselenggarakan oleh gerakan binar (bermain dan belajar).

Yup, perihal sampah sepertinya sudah menjadi permasalahan klasik yang kita hadapi bukan?Sebab, selama kita masih diberikan usia oleh Sang Pencipta maka sebetulnya diri kitalah yang menjadi penyumbang sampah dan permasalahan lain yang ditimbulkan oleh sampah itu sendiri. Lantas kita bisa apa?


Salah satu yang bisa kita lakukan adalah mengurangi jumlah sampah yang kita hasilkan terutama sampah yang tidak bisa terurai dengan cepat. Lalu memilah sampah yang kita hasilkan agar tidak tercampur dalam satu tong sampah. Dan kemudian kita dapat mengolah sampah yang kita hasilkan baik sampah organik maupun anorganik. Sebab sampahku adalah tanggung jawabku maka mari kita mulai dari diri kita sendiri. 


Pola hidup minim sampah ini bisa kita tanamkan sejak dini. Karena itulah saya dan si sulung mencoba mengikuti tantangan tujuh hari menjadi pahlawan bumi ini sebagai salah satu langkah awal bagi kami untuk menyayangi, menjaga, merawat dan mencintai tempat tinggal kita yaitu bumi ciptaan Sang Maha Kuasa. Doakan yah teman-teman, agar kami bisa istiqomah menjalaninya. aamiin 🤲🏻


Baiklah, untuk challenge day 1 kali ini kami diberikan tantangan dengan tema "Reuse" artinya kita menggunakan kembali barang yang masih kita gunakan tanpa merubah bentuk aslinya. 


Yuk, simak yah apa saja yang sudah kami lakukan hari ini 🤗


Pertama, Menggunakan botol bekas minyak untuk menampung minyak jelantah

Gambar : minyak jelantah

Mengumpulkan minyak jelantah sudah menjadi salah satu hal yang sering kami lakukan. Biasanya minyak jelantah ini kami kumpulkan ke RT untuk dijual lalu hasil penjualan dimasukkan ke kas RT. Terkadang juga kita jual secara pribadi ke pengepul jika stok sudah banyak. Kami biasa memakai botol bekas minyak atau botol air mineral sebagai wadah untuk menampung minyak jelantah. Nah, memasukkan minyak jelantah ke dalam botol ini menjadi salah satu aktivitas favorit si sulung. Pagi tadi saya si Mas dengan sigap berucap,"Ummi, biar Mas aja yang masukin ke botolnya". Lalu dengan sumringah mengajukan pendapat,"Ummi, ini minyak jelantahnya sudah banyak. Besok kita jual yuk mi". 😬🤭



Kedua, Menggunakan thin wall bekas untuk wadah mainan

Gambar : thin wall bekas untuk menyimpan mainan

Saat ini penggunaan thin wall dari para penjual makanan atau sebagai wadah untuk mengirim hantaran ke tetangga sudah menjadi salah satu lifestyle. Alih-alih ingin mengurangi penggunaan sampah plastik tetapi nyatanya justru menambah masalah baru. Thin wall juga wadah berbahan plastik yang sulit terurai. Saya jadi teringat, saat itu kita keluarga saya isoman. Tetangga-tetangga mengirimkan makanan ke rumah memakai thin wall ini tiga kali sehari selama saya isoman. Bisa terbayangkan bukan, berapa puluh thin wall yang terkumpul?😬🤭 

Maka salah satu solusi yang muncul dari saya adalah sebagai food storage dan menjadikannya sebagai wadah mainan si Mas agar lebih rapi dan mudah menatanya. 

Nah, bagi ini si Mas membantu saya merapikan mainan dengan menggunakan thin wall. 

"Wah..jadi rapi dan bagus yah mi,"celoteh si Mas.

 


Ketiga, Menggunakan thin wall bekas dan toples untuk wadah gula jawa

Gambar : thin wall dan toples bekas untuk wadah gula jawa

Kebetulan dua pekan yang lalu kami baru saja pulang kampung. Salah satu khas oleh-oleh yang ibu bawakan adalah gula jawa asli buatan purworejo yang lebih alami dalam proses pembuatannya. Tetapi saya memang tak punya toples atau wadah khusus untuk menyimpannya. Nah, pagi ini saya berinisiatif mengajak si Mas, memasukkan gula jawa ini ke dalam toples bekas biskuit dan thin wall bekas. Alih-alih saya bisa mengajak diskusi tentang apa itu gula jawa dan proses pembuatannya.

 


Keempat, Menggunakan plastik wadah masker dari KAI untuk menyimpan mainan flash card

Gambar : plastik bekas tempat masker dari KAI dipakai untuk wadah mainan flash card

Selama dua tahun pandemi, salah satu 'oleh-oleh' wajib yang dibawa suami sepulang dari naik kereta adalah satu plastik berisi masker dan tisu basah. Seringkali plastik tersebut akhirnya saya simpan dan menumpuk banyak. Nah, hari ini saya mengajak anak-anak  menggunakan plastik tersebut untuk menyimpan mainan flash card agar tidak tercecer atau bercampur dengan mainan lain.


Alhamdulillah, challenge day 1 done. ini baru langkah awal, bukan berarti saya lebih baik dari yang lain. Tetapi ini adalah langkah awal bagi kami untuk mengubah mindset saya, untuk bertumbuh bersama anak-anak menjadi pahlawan bumi, untuk mencintai setiap ciptaan-Nya dan merawatnya dengan kesyukuran. Mohon doanya yah teman-teman 🤗


#7harimenjadipahlawanbumi #gerakanbinar #keluargabinarjuni #harilingkunganhidup #bermainbelajar

Tahap Kupu - Kupu : Pekan 7

Tahap Kupu - Kupu : Pekan 7 Bismillahirrohmanirrohim... Nama : Nur Khayati Regu   : 10 Mikoriza Regional : Semarang Alhamdulillah bini'm...